|
Friday, 16 September 2011
Demi Pedasnya Masakan Kari, Pembunuh Berantai Ingin Masuk Islam
Selasa, 05 Juli 2011 10:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,LONDON – Colin Ireland, seorang pembunuh berantai, ingin menjadi seorang Muslim. Alasannya sangat sepele. Dia ingin bisa mencicipi pedasnya masakan kari untuk menu makanannya di penjara.
Tidak hanya itu. Ireland, yang kini berusia 56 tahun, meminta agar diizinkan untuk menghadiri shalat Jumat. Padahal, dia belum menjadi seorang Muslim. Penjaga menolak permintaan Ireland karena mencurigai Ireland ingin ikut shalat Jumat hanya agar dapat waktu jam istirahat.
Pembunuh yang membantai lima pria gay itu kini bertekad untuk masuk Islam dari agama Kristen. Dia mengatakan kepada sesama narapidana di penjara Wakefield, West Yorkshire, bahwa perubahan imannya dipicu oleh makanan kari yang pedas.
“Kesukaan pada masakan kari tentunya menjadi alasan yang aneh untuk pindah agama,’’ kata seorang sumber. ‘’Ireland memang sangat menyukai masakan kari jamur. Masakan tersebut dipersiapkan terutama untuk narapidana Muslim di penjara.’’
Shalat JumatIreland, yang merupakan mantan tentara dan ditempatkan di Sayap-B penjara, pernah memasukkan namanya dalam daftar narapidana yang minta izin untuk shalat Jumat. Namun, gubernur menolak aplikasinya karena ia adalah non-muslim.
Mereka berpikir Ireland ingin pindah agam untuk bisa hidup nyaman. “Mereka berpikir Colin hanya ingin gaya hidup yang lebih baik. Ini tak ada hubungannya dengan soal keyakinan,’’ kata sumber. ‘’Dia tidak bisa percaya betapa jauh lebih baik makanan untuk tahanan Muslim. ”
Dame Anne Owers, Inspektur Kepala Penjara, menulis bahwa beberapa narapidana telah masuk Islam untuk mendapatkan tunjangan tambahan dan perlindungan. Semua penjara menawarkan menu halal. Beberapa narapidana menganggap menu halal lebih baik dari menu biasa yang ditawarkan.
Muslim juga dibebaskan dari pekerjaan dan pendidikan saat menghadiri shalat Jumat.
Pada tahun baru 1993, Ireland bercita-cita menjadi seorang pembunuh sebagai resolusi di tahun baru. Dia berpura-pura menjadi seorang teman sebelum akhirnya menyiksa dan membunuh korbannya yang merupakan gay.
Ireland tertangkap ketika ia diidentifikasi oleh rekaman CCTV dengan korban terakhirnya. Dia mengaku telah melakukan lima pembunuhan berantai. Dia dipenjara di Old Bailey pada Desember 1993.
Friday, 2 September 2011
MENGGADAIKAN AGAMA KERANA DUNIA
Ertinya:Daripada Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. hersabda; "Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat darIpada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. Berfirman kepada mereka, "Apakah kamu tertipu dengan kelembutan Ku?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada Ku?. Demi kebesaran Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim ( cendikiawan ) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu)". H.R Termizi |
Keterangan Golongan yang dimaksudkan di dalam Hadis ini ialah orangorang yang menjadikan agama sebagai alat untuk mendapat keuntungan dunia. Mereka rela menggadaikan agama untuk meraih keuntungan dunia. Dan apabila bercanggah kepentingan dunia dengan hukum syarak mereka berani mengubah hukum Allah dan memutarbelitkan kenyataan. Mereka juga pandai mengemukakan hujah-hujah yang menarik dan alasanalasan yang memikat hati, tetapi sebenarnya hujah-hujah dan alasan tersebut hanya sernata-mata timbul dari kelicinan mereka memutarbelitkan kenyataan. Mereka menipu orang lain dan juga menipu diri mereka sendiri. Mereka akan dilanda kekusutan pemikiran yang sangat tajam sehingga orang alim yang banyak pengalaman pun akan kehabisan akal dan buah fikiran. Mereka menghadapi masalah-masalah yang meruncing dan akan menemui jalan buntu dalam permasalahan yang dihadapi. |
40 hadis tentang peristiwa akhir zaman
| TAKWA DAN PERPADUAN ASAS KESELAMATAN DI AKHIR ZAMAN Ertinya: Daripada Abi Nijih 'Irbadh bin Sariyah r.a. berkata, "Telah menasihati kami oleh Rasulullah saw. akan satu nasihat yang menggetarkan hati kami dan menitiskan air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir sekali maka berilah pesanan kepada kami." Lalu baginda pun bersabda, "Aku berwasiat akan kamu supaya sentiasa bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun yang meminpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya sesiapa yang panjang umurnya daripada kamu pasti ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Khalifah-khalifah yang mengetahui kebenaran dan mendapat pimpinan ke jalan yang benar) dan gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham dan jauhilah perkara-perkara yang baru (bid'ah) yang diada-adakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bid'ah itu adalah sesat." H.R. Abu Daud dan Tirmizi |
KeteranganHadis diatas mengandungi pesanan-pesanan yang sangat berharga daripada Rasulullah saw. bagi umatnya, terutama bila mereka berhadapan dengan zaman yang penuh dengan kacau bilau dan perselisihan iaitu seperti zaman yang sedang kita hadapi sekarang ini. Oleh itu sesiapa yang mahu selamat maka hendaklah ia mengikuti tunjuk ajar yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam hadis, iaitu: Pertama: Hendaklah ia menlazimi takwa kepada Allah dalam keadaan apa jua dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Kedua: Mentaati perintah pihak yang menguruskan hal ehwal kaum muslimin walaupun seandainya mereka terdiri daripada golongan hamba, selama mereka berpegang dengan Al Quran dan sunnah Nabi saw. dan sunnah-surmah kulafa Ar Rasyidin, kerana patuh kepada penguasa yang mempunyai sifat-sifat ini bererti patuh kepada Al Quran dan Hadis Nabi saw. Ketiga: Berpegang teguh kepada sunnah Nabi saw. dan sunnah para kulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Abu Bakar, 0mar, Osman dan Ali r.a.) yang mana mereka telah mendapat petunjuk daripada Allah Taala, iaitulah berpegang kepada fahaman dan amalan ahli sunnah waljamaah yang mana hanya penganut fahaman ini sahaja yang mendapat jaminan selamat daripada api neraka dan yang bertuah mendapatkan syurga pada hari kiamat nanti. Keempat: Menjauhi perkara-perkara bid'ah dholalah, iaitu apa jua fahaman dan amalan yang ditambah kepada agama Islam yang sempurna ini, pada hal tidak ada dalil atau asal dan contoh dari agama. Sekiranya ada asal atau dalil, maka tidaklah perkara-perkara yang baru itu dikatakan bid'ah menurut pengertian syarak (bukan bid'ah dholalah) tetapi hanya dinamakan bid'ah menurut pengertian loghat atau bahasa sahaja (jaitulab bid'ah hasanah). |
Subscribe to:
Posts (Atom)